Klasifikasi dan morfologi tanaman cabe merah

Klasifikasi dan morfologi tanaman cabe merah – Tanaman cabai merah adalah tanaman sayuran yang tergolong dalam tanaman tahunan berbentuk perdu.

Klasifikasi dan morfoilogi tanaman cabe merah
Klasifikasi dan morfoilogi tanaman cabe merah

Sebelum kita menanam cabe alangkah baiknya mempelajari klasifikasi dan morfologinya terlebihdahulu Menurut abang Cronquist (1981) klasifikasi tanaman cabai merah adalah :

  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Anak Kelas : Asteridae
  • Bangsa : Solanaless
  • Suku : Solanaceae
  • Marga :Capsicum
  • Jenis : Capsicum annum L.

Morfologi Tanaman Cabai

  1. Akar

Akar adalah bagian tanaman yang paling bawah yakni yang bertugas sebagai tempat masuknya mineral dari tanah menuju ke semua anggota tubuh tumbuhan. Akar pada tanaman cabai tersusun atas rambut akar, batang akar, ujung akar dan tudung akar secara morfologi sedangkan secara anatomi akar tersusun dari epidermis, korteks, endodermis dan silinder pusat.

  • Ujunga akar berfungsi sebagai titik tumbuhnya akar.
  • Tudung akar berfungsi melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada saat menembus tanah
  • Rambut akar berfungsi untuk memperluas area penyerapan air dan mineral

Secara keseluruhan akar berfungsi untuk menyerap air dan zat hara dari dalam tanah serta untuk menopang berdirinya tumbuhan

  1. Batang

Fungsi dari batang cabai adalah sebagai organ lintasan air dan mineral dari akar ke daun serta lintasan atau jalan zat makanan dari hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh. Serta batang adalah organ pembentuk dan penyangga daun.

Batang cabai umunya berwarna hijau, hijau tua atau hijau muda. Pada batang yang lebih tua akan muncul warna coklat seperti kayu.

  1. Daun

Daun memiliki bagian yakni helaian daun atau lamina dan tangkai daun atau petiolus secara morfologi sedangkan secara anatomi yakni daun terdiri dari epidermis, jaringan tiang, jaringan bunga karang, dan berkas pembuluh angkut daun.

Fungsi daun adalah :

  • Tempat berlangsungnya fotosintesis
  • Berperan penting dalam transpirasi ( peristiwa penguapan pada tumbuhan). Transpirasi menyebabkan aliran air dan mineral dari akar, batang, dan tangkai daun terjadi secara terus menerus.

Daun cabai memiliki bentuk bermacam-macam ada yang oval ada juga yang lonjong. Warna permukaan daun bagian atas yakni hijau muda, hijau tua, hijau bahkan hijau kebiruan sedangkan permukaan daun bagian bawah biasanya berwarna hijau muda, hijau pucat atau hijau.

  1. Bunga

Bunga tanaman cabai berbentuk bintang yang menunjukkan bahwa tanaman ini berasal dari anak kelas asteridae atau berbunga bintang. Mahkota tanaman ini –ada yang berwarna putih, putih kehijauan dan ungu.

  1. Buah dan biji

Tanaman cabai mempunyai bentuk buah yang bervariasi sesuai dengan varietasnya. Ada buah yang berbentuk bulat sampai bulat panjang dengan ujungnya runcing. Buah yang masih muda biasanya berwarna hijau, putih kekuningan, dan ungu.

Itulah klasifikasi tanaman cabai beserta morfologinya

Baca Juga : Mengapa Tanaman Cangkok Cepat Berbuah?

Alasan Mengapa Tanaman Cangkok Cepat Berbuah?

Mengapa Tanaman Cangkok Cepat Berbuah? – Kita tentu saja sudah tidak asing lagi ketika kita mendengar kata cangkok. Cangkok merupakan salah satu teknik perkembangbiakan pada tanaman yang dilakukan secara vegetative buatan.

Alasan Mengapa Tanaman Cangkok Cepat Berbuah
Alasan Mengapa Tanaman Cangkok Cepat Berbuah

Teknik ini menciptakan akar baru di batang tanaman. Ketika akar pada titik batang sudah terlihat, akan dopotong dan siap ditanam untuk menjadi tanaman yang baru. Tanaman cangkok contohnya yaitu :

  • Jeruk
  • Belimbing
  • Mangga
  • Dan masih banyak lagi

Kelebihan:

  1. Tanaman dari hasil cangkok memiliki sifat yang sama dengan induknya, sehingga kualitas tetap akan terjaga jika hasil cangkokan diambil dari induk yang berkualitas
  2. Tanaman dari hasil cangkokan dapat ditanam di tanah yang memiliki kondisi air tanahnya tinggi atau bisa juga di pematang kolam ikan.
  3. Tanaman dari hasil cangkokan ini bisa lebih cepat berbuah jika dibandingkan dengan tanaman yang diambil dari biji.

Kelemahan:

  1. Kurang dapat bertahan terhadap musim kemarau yang panjang
  2. Tanaman akan mudah roboh apabila terkena angina kencang karena tidak berakar tunggang
  3. Kerusakan pada tajuk pohon induk kita hanya bias melakukan cangkok pada beberapa batang saja. Oleh karena itu, perbanyakan tanaman dalam kuantitas yang besar tidak dapat dilakukan dengan cara ini.

Alasan mengapa tanaman dari hasil cangkokan lebih cepat berbuah, diantara tanaman cangkok tersebut :

Diambil dari induk yang berkualitas

Tanaman hasil cangkokan biasanya memiliki sifat yang sama dengan tanaman induk.  Jika buah dari tanaman induknya berkualitas baik dan produksi buahnya cepat, maka tanaman hasil cangkokan juga berkualitas baik dan produksi buahnya cepat.

Memenuhi kriteria induk yang berkualitas

Tentu kita harus mengetahui kriterianya baik secara kualitatif dan kuantitatif.

  • Kualitas pohon induk, rasakanlah terlebih dahulu dulu buahnya, apakah sesuai dengan selera kita atau tidak.
  • Jumlah buah yang dihasilkan, pilih induk dari pohon yang akan dicangkok yang sehat, kokoh batangnya dan juga pohonnya dan memiliki jumlah cabang yang Induk pohon yang akan dicangkok, usahakan sudah berbuah minimal tiga hingga lima musim.

Proses fotosintesis yang terpusat

Hal ini terjadi karena ketika kita melakukan proses cangkok, pengupasan bagian batang akan sampai hingga ke bagian xilem lalu segera ditutupi dengan tanah atau sabut kelapa. Proses fotosintesis akan lebih terfokus ke batang yang dicangkok, sehingga akan memicu proses produksi dari zat makanan pada tanaman yang dicangkok lebih cepat. Dengan demikian, maka kondisi ini menyebabkan tumbuhnya akar pada batang yang dicangkok.

Lebih terhindar dari faktor-faktor yang menyebabkan tanaman sulit berbuah

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan tanaman menjadi sulit berbuah, diantaranya :

  1. Pohon berumah dua.

Hal yang dimaksudkan adalah di dalam satu pohon hanya terdapat dua bunga betina dan bunga jantan. Apabila tanaman yang akan kita jadikan sebagai induk cangkok hanya ada bunga jantan saja, maka tanaman tersebut tidak akan pernah berbuah. Namun, jika hanya ada buah betina saja, masih ada kemungkinan berbuah jika di sekitarnya ada pohon jantan yang sama-sama berbunga.

  1. Adanya kewajiban untuk penyerbukan silang.
  2. Bisa juga karena belum masanya berbuah.
  3. Bunganya mandul. Mandul ini umumnya terjadi karena mutasi gen.
  4. Iklim, kondisi tanah dan lingkungan yang kurang mendukung. Seperti angin, suhu, kelembaban udara, sinar matahari dan curah hujan. Kelima karena iklim, kondisi tanah dan lingkungan yang kurang mendukung. Seperti angin, suhu, kelembaban udara, sinar matahari dan curah hujan.

Dapat dirangsang agar lebih cepat berbuah

Ada beberapa cara untuk merangsang agar tanaman baik dari faktor fisik dan pemupukan.

  • Kalau faktor fisik, seperti memangkas ranting atau daun, melengkungkan dahan atau cabang dan melukai bahan atau dahan.
  • Selain faktor fisik, kita bisa merangsang dengan pengairan dan pemupukan atau dengan kata lain usaha untuk pemenuhan nutrisi.

Persyaratan Media Tanaman Hidroponik

Persyaratan Media Tanaman Hidroponik  – Hidroponik merupakan budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah namun sebagai gantinya memanfaatkan air atau soilless dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Persyaratan Media Tanaman Hidroponik
Persyaratan Media Tanaman Hidroponik

Saat ini, banyak penduduk diperkotaan khususnya kota-kota besar menggunakan hidroponik. Meskipun begitu, secara garis besar, penanaman hidroponik ini mampu menghasilkan tanaman yang sehat, karena tanaman hidroponik ini tidak perlu menggunakan hebisida atau pestisida yang beracun.

Namun ada beberapa hal yang harus kita diperhatikan, bahwa teknik menanam hidroponik tidak bisa diterapkan untuk semua jenis tanaman.

Hanya beberapa saja yang cocok dan mampu tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan. Beberapa jenis tumbuha yang dapat ditanam dengan menggunakan metode hidroponik diantaranya tomat, bayam, kangkung, tanaman melon dan beberapa tanaman hidroponik lainnya.

Media tanam yang mengandung cukup berbagai nutrisi yang diperlukan tanaman menjadi syarat untuk penanaman hidroponik.

Hal ini penting karena tanaman hanya mendapatkan nutrisi dari media tanam tersebut.

Oleh karena itu, media tanam yang digunakan sebaiknya diperhatikan dengan benar.

Persyaratan Media Tanam Hidroponik

  1. Media Tanam

Berikut adalah beberapa media tanam yang baik untuk tanaman hidroponik :

  • Sekam bakar
  • Rockwool
  • Sabut Kelapa
  • Batu Kerikil
  • Spons
  1. Air

Media tanam untuk hidroponik juga harus memiliki sifat penghantar cairan yang baik. Hal tersebut memiliki tujuan memudahkan asupan nutrisi tanaman hidroponik. Air menjadi hal yang paling penting untuk tanaman khususnya dengan metode hidroponik karena fungsinya mendukung pertumbuhan tanaman tersebut.

Kualitas tanaman dan hasil panen tanaman hidroponik sangatlah bergantung pada air.

  1. Unsur Hara

Unsur hara juga menjadi hal yang tidak kalah penting dalam pertumbuhan tanaman hidroponik. Tanaman hidroponik tentunya perlu nutrisi yang cukup agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Syarat media tanam untuk tanaman hidroponik harus tersedia unsur hara yang dibutuhkan, baik itu unsur hara makro maupun mikro. Hal itu bertujuan agar tanaman hidroponik terpenuhi makan haruslah media tanam yang digunakan dapat menyimpan unsur-unsur hara yang kita berikan untuk tanaman. Anda disarankan untuk memberikan larutan unsur hara pada tanaman hidroponik secara teratur.

  1. Oksigen

Hindari keadaan dimana kadar oksigen pada tanaman hidroponik rendah. Ini karena kondisi tersebut dapat menyebabkan dinding sel sulit untuk ditembus. Hal tersebut dapat berakibat buruk bagi tanaman hidroponik. Tanaman dapat layu dan kekurangan air yang membuatnya semakin berisiko untuk mati.

  1. Tidak Mengandung Garam Laut

Saat menanam dengan menggunakan metode hidroponik, tidak boleh adanya kandungan garam laut yang bisa menyebabkan tanaman tidak akan berkembang dan akhirnya mati.

  1. Memiliki pH Netral

Ph yang memenuhi standar dalam penanaman hidropoik sekitar 6-7.

Cara Budidaya Melon Untuk Pemula

Cara Budidaya Tanaman MelonTanaman buah melon yang saat ini banyak Anda lihat ternyata bukan merupakan buah yang berasal dari negara Indonesia. Melon atau dengan nama latin Curcumis melo L dulu berasal dari negara Persia lalau menyebar ke banyak wilayah yaitu Eropa, Amerika, Timur Tengah, Asia, dan akhirnya sampai di negara Indonesia.

Cara Budidaya Melon Untuk Pemula
Cara Budidaya Melon Untuk Pemula

Apabila Anda ingin untuk belajar mengenai cara merawat melon, anda dapat mengunjungi sentra budidaya tanaman buah melon yang ada di daerah Kalianda Lampung, Cisarua (Bogor, Jawa Barat), Ngawi (jawa timur), Madiun, Ponorogo, dan juga wilayah Boyolali, Karanganyar, Klaten, serta juga Sragen (Jawa Tengah).

Cara budidaya melon sangat erat dengan penentuan tempat atau lahan yang cocok untuk tanaman buah melon tersebut. Hal ini disebabkan oleh lahan atau tempat yang tepat dengan habibat melon akan membuahkan hasil panen dengan jumlah besar.

Penanaman Benih Buah Melon

Setelah menyiapkan lubang tanam, cara menanam melon selanjutnya yaitu memindahkan benih buah melon di dalam lubang tanam yang telah disiapkan di bedengan. Dan waktu tanam yang baik yaitu di awal musim kemarau.

Metode penanaman melon yang dianjurkan yaitu menanam dengan media tanah yang ada di polibag. Tetapi plastik polibag tersebut dilepaskan setelah meletakkan benih di dalamnya. Anda harus memasukkan benih dengan media tanah tersebut dalan lubang tanam pada bedengan dengan berhati-hati supaya tidak sampai menghancurkan akar yang telah terbentuk ketika bibit disemai.

Pemeliharaan Tanaman Buah Melon

Melaksanakan pemeliharaan secara rutin dan telaten merupakan metode menanam melon yang sangat penting. Tahap tersebut meliputi penyiangan, pengairan, penjarangan, penyulaman, pemupukan, sampai penyemprotan pestisida guna menghindari hama serta penyakit tanaman.

Metode menanam melon mulai dari melakukan penjarangan, penyulaman, sampai penyiangan bisa Anda laksanakan bersama dengan saat penyiraman tanaman. Anda bisa melakukan penyiraman dengan teratur yaitu di pagi hari sebanyak sehari sekali, karena tanaman buah melon tidak terlalu membutuhkan air dan tidak boleh menggenangi bedengan.

Metode perawatan melon yang bagus yaitu rutin memperhatikan apabila terdapat tanaman yang tumbuh tidak sempurna. Jika terjadi, segera diganti dengan bibit yang baru atau penyulaman, pisahkan tanaman buah yang saling berdesakan dan juga bersihkan gulma serta rumput yang ada di daerah tanaman melon.

Cara Budidaya Jagung Manis Untuk Pemula

Cara Budidaya Jagung Manis Untuk Pemula

Cara Budidaya Jagung Manis – Dalam Ilmu Pertanian Jagung manis atau Zea mays dikenal sebagai salah satu jenis tumbuhan yang sering dibudidayakan. Pemanfaatannya pun dialokasikan dalam bentuk olahan sepettti jagung rebus, perisa jagung, jagung rebus, dan lain sebagainya.

Dikarenakan tanaman ini menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, banyak yang mengupayakan untuk melakukan cara budidaya jagung manis. Terdapat hal-hal yang menjadi perhatian khusus begitu akan melakukan budidaya jagung manis.

Varietas Jagung Manis

Bibit unggul jagung manis bisa didapatkan di toko pertanian. Sebelum membelinya, kenali beberapa varietas jagung manis tersebut terlebih dahulu

  1. Bicolour Sweet

Jagung manis varietas ini merupakan jenis jagung berwarna unik dengan tingkatan pertumbuhan beriringan.

  1. Bisi Sweet 2

Bisi sweet 2 adalah varietas jagung manis yang kebal terhadap serangan hama dan penyakit. Sangat disayangkan bahwa hasil panen tidak seperti yang diharapkan.

  1. Bonanza

Bonanza adalah varietas jagung manis yang paling sering dipilih untuk dibudidayakan karena daya simpannya yang cukup lama.

  1. Master Sweet

Sesuai dengan namanya, varietas yang satu ini memiliki rasa manis yang sangat tinggi.

  1. Sweet Boy dan Sweet Lady

Keunggulan varietas jagung manis sweet boy adalah ketahanannya terhadap penyakit. Sedangkan varietas sweet lady memiliki keunggulan pada rasanya yang sangat manis.

  1. Talenta

Keunggulan varietas jagung manis talenta adalah kekebalannya terhadap penyakit, namun kadar gulanya sedikit lebih rendah dibandingkan varietas lainnya.

Area Budidaya Jagung Manis

Budidaya jagung manis dapat dilakukan pada tanah yang memiliki pH 5.6 – 7.5 dengan ketinggian berkisar dari 1.000 sampai dengan 1.800 mdpl.

Jagung manis dapat berkembang secara baik dengan curah hujan 85 – 200 mm per bulan dan suhu sekitar 23°C – 30°C.

Penanaman dan Perawatan

Biji jagung manis dapat ditanam secara langsung pada media tanam. Namun, jarak antar tanaman harus diperhatikan deengan baik.

Apabila jagung manis telah tumbuh, pelaku budidaya disarankan untuk melakukan penyiraman secara berkala, penyiangan sebagai upaya pencegahan munculnya hama, penjarangan untuk mengatur jarak, dan pemupukan lanjutan sebagai tambahan nutrisi.

Pemanenan Budidaya Jagung Manis

Jagung manis sudah dapat dipetik buahnya ketika telah memasuki usia 86 – 96 hari pasca tanam. Pemanenan juga dapat dilakukan jika telah terlihat tanda-tanda layak panen secara fisik.