Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Vanili

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Vanili

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Vanili – Yang dimaksud dengan tanaman vanili adalah salah satu tanaman yang sejak zaman dahulu hingga sekarang memiliki nilai atau harga jual dalam jumlah yang cukup tinggi sehingga budidaya vanili sering dimanfaatkan dan difungsikan sebagai tanaman tumpang sari yang berasal dari tanaman pokoknya meskipun tanaman ini merupakan jenis tanaman tahunan sehingga memang cocok dijadikan sebagai tanaman tumpang sari yang berbuah unik dan buahnya inilah dijadikan bahan baku untuk pengharum makanan ataupun sebagai bahan baku membuat dan mencampur kosmetik atau obat – obatan herbal.

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Vanili
Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Vanili

Klasifikasi Tanaman Vanili

Tanaman vanili termasuk ke dalam famili orchidaceae / tumbuhan anggrek yang terdiri atas 700 genus dan 20.000 spesies yang mana kedudukan tanaman ini dalam sistematika tumbuhan adalah Klasifikasi Vanili sebagai berikut :

  • Kingdom   : Plantae
  • Divisi         : Spermatophyta
  • Kelas          : Angiospermae
  • Sub kelas    : Monocotyledoneae
  • Ordo           : Orchidales
  • Famili         : Orchideceae
  • Genus         : Vanilla
  • Species       : Vanilla Planifolia

Baca Juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Lidah Mertua

Morfologi Tanaman Vanili

1/Bagian Akar

Tanaman vanili adalah salah satu tanaman rempah – rempah yang termasuk ke dalam kelompok tanaman tahunan yang merambat dan hidup secara semi epifit.

Tanaman bersangkutan tidak mempunyai akar tunggang dan akar keluar dari masing – masing buku yang mana akar yang berada dalam tanah adalah bercabang – cabang dan memiliki bulu – bulu halus serta tersebar di sekitar permukaan tanah.

Akar yang dimaksudkan berfungsi untuk menyerap unsur hara dan air. Adapun akar adventif yang keluar dari buku – buku adalah berada di atas permukaan tanah berfungsi sebagai akar lekat.

2/Bagian Batang

Tanaman vanili memiliki batang yang berbuku – buku berbentuk cilindris dengan permukaan licin dan berdiameter sekitar 1 s/d 2 cm yang mana batang yang masih muda berwarna hijau muda terang dan yang sudah tua berwarna hijau tua. Batang tanaman vanili memiliki stomata sehingga dengan mudah bisa melakukan fotosintesis dengan masing – masing panjang ruas sekitar 5 s/d 15 cm dan panjang batang mencapai lebih dari 50 meter.

Batang – betang tersebut banyak mengandung lendir berwarna bening yang jika terkena kulit akan memicu munculnya penyakit gatal – gatal.

Pada ketinggian tertentu jika terlalu banyak ada titik tumbuh atau pucuk – pucuk tanaman maka sebaiknya dipotong saja atau dipatahkan agar dari batang akan tumbuh cabang – cabang baru. Cabang – cabang ini akan mengeluarkan bunga maka dari itu disebut sulur produksi.

3/Bagian Daun

Dari masing – masing buku tumbuh satu daun yang letaknya berselang – seling membentuk daun jorong memanjang hingga lanset.

Panjang daun sekitar 8 s/d 25 cm dengan lebar 2 s/d 8 cm dan ujung daun runcing, pangkal daun membulat, dengan tepi daun rata. Permukaan daun licin mengkilat dengan tangkai daun pendek, tebal dan beralur menghadap ke atas.

4/Bagian Bunga

Bunga tanaman vanili termasuk ke dalam tanaman yang bersifat biseksual atau hermaprodit. Bunga – bunga ini keluar dari ketiak daun dengan rangkaian bunga panjangnya sekitar 5 s/d 8 cm dan jumlah bunga per tandan bisa mencapai jumlah 30 buah.

Bunga yang dimaksudkan berwarna hijau kekuningan dan mengeluarkan aroma wangi namun ada juga yang sebagian tidak beraroma.

Diameter bunga rata – rata berukuran sekitar 10 cm dengan tangkainya sangat pendek yang mana bunga vanili ini tidak dapat melakukan proses penyerbukan sendiri karena kepala putik tertutup oleh lidah bunga.

Penyerbukan dilakukan dengan bantuan tangan – tangan manusia atau serangga yang mana lidah bunga / lamella terdiri dari dua bagian antara lain lidah bunga bagian luar / lamella superior dan lidah bunga bagian dalam / lamella inferior. Bunga – bunga yang dimaksudkan mekar hanya daam kurun waktu satu hari saja yang mana bunga memiliki 1 s/d 2 stamen, 1 anther dengan 2 stigma yang fertile, dan polen menyerupai tepung berlapis lilin dan mengumpul.

Vanili berbunga setahun sekali yang mana bunga yang dimaksudkan akan muncul jika mengalami rangsangan tertentu seperti pemotongan pucuk dan pengaruh lingkungan seperti adanya musim kemarau panjang.

5/Bagian Buah

Seperti diketahui bahwa buah vanili memiliki bentuk kapsul / polong bersudut tiga bertangkai pendek dengan panjang sekitar 10 s/d 25 cm dan diameter antar 5 s.d 15 cm dengan permukaan licin berlapis lilin. Buah vanili yang kering akan mengeluarkan aroma wangi karena mengandung zat bernama vanillin. Buah akan matang dalam kurun waktu 8 s.d 9 bulan setelah melalui rangkaian proses penyerbukan.

Buah yang matang berisikan biji – biji berukuran sangat kecil berdiameter sekitar 0,3 mm yang mana dalam satu polong berisikan beribu – ribu biji. Biji – biji tersebut tidak memiliki lembaga namun hanya mempunyai protocorm. Protocorm ini hanya merupakan jaringan namun bisa tumbuh bila ditanam dalam media yang cocok.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman vanili, semoga bermanfaat bagi para pembaca dan dapat dipraktekkan dengan mudah.

Baca Juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Lidah Buaya

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Lidah Mertua

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Lidah Mertua – Tanaman lidah mertua mempunyai nama latin adalah sansevieria zeylanica merupakan sejenis tanaman herbal hias yang tidak memiliki batang dan mempunyai rimpang yang kuat dan tegak. Daun tanaman lidah mertua memiliki warna hijau berbarik – barik kuning dengan panjang daun rata – rata mencapai kisaran 1,75 m.

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Lidah Mertua
Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Lidah Mertua

Lidah mertua ini aslinya berasal dari Afrika tropis di bagian Nigeria Timur yang selanjutnya mengalami penyebaran hingga ke Indonesia terutama di Pulau Jawa. Tanaman ini sangat mudah dijumpai di dataran rendah hingga ketinggian antara 1 s/d 1000 meter di atas permukaan laut. Daun dari tanaman ini mengandung serat yang memiliki sifat kenyal dan sangat kuat yang mana serat dimaksudkan adalah yang dikenal dengan istilah bowstringhemp yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat kain.

Klasifikasi Tanaman Lidah Mertua

Dibawah ini adalah klasifikasi lidah mertua adalah :

  • Kerajaan : Plantae
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Liliopsida
  • Bangsa : Liliaies
  • Suku : Agavaceae
  • Marga : Sansevieria
  • Jenis : Sansevieria trifasciata prain

Mengenal Morfologi Tanaman Lidah Mertua

Morfologi Akar Tanaman Hias Lidah Mertua

Seperti tanaman monokotil lainnya, akar sanseviera adalah bersifat akar serabut atau disebut juga dengan istilah wild root / akar liar yang mana masing – masing akr akan tumbuh dari pangkal batang lalu berbentuk serabut. Akar yang sehat adalah akar yang memiliki warna putih dan terlihat gemuk berisi sedangkan akar yang sakit berwarna cokelat.

Baca Juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kayu Manis

Morfologi Rimpang Tanaman Lidah Mertua

Selain tumbuh akar, terdapat juga organ yang lainnya mirip dengan batang yang dikenal dengan sebutan rimpang atau rhizome yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sari – sari makanan hasil fotosintesis. Rimpang ini memegang peranan penting dalam perkembangbiakan tanaman hias bersangkutan yang mana rimpang menjalar dibagian bawah tanah dan kadang – kadang muncul di atas permukaan tanah. Bagian ujung organ bersangkutan merupakan jaringan yang akan terus tumbuh memanjang.

Morfologi Daun Tanaman Lidah Mertua

Tanaman lidah mertua atau sansevieria sangat mudah dikenali dari bentuk daunnya yang tebal dan banyak mengandung air / fleshy dan succulent sehingga dengan kondisi struktur daun seperti ini akan menyebabkan sansiviera tahan terhadap kekeringan karena adanya proses penguapan air dan laju transpirasi dapat ditekan dengan sempurna.

Daun – daun pada tanaman hias ini tumbuh di sekeliling batang semu di atas permukaan tanah. Bentuk daun panjang dan meruncing pada bagian ujungnya serta posisi tulang daun sejajar.

Pada beberapa jenis tanaman sejenis terdapat duri yang tidak terlalu tajam yang mana daun tanaman sanseviera terdiri atas 2 s/d 6 helai daun per tanaman yang memiliki panjang daun kisaran 15 s/d 150 cm dengan lebar antara 4 s/d 9 cm bertekstur licin karena berlapis lilin yang secara garis besar berwarna hijau berisikan semburat putih atau kuning.

Morfologi Bunga Tanaman Lidah Mertua

Bunga tanaman lidah mertua tumbuh tegak melalui pangkal batang yang mana bunga hias ini termasuk ke dalam kelompok bunga berumah dua, sedangkan untuk putik dan serbuk sari tidak berada dalam satu kuntum bunga dan bunga memiliki putik yang disebut dengan bunga betina sedangkan serbuk sari disebut sebagai bunga jantan. Bunga ini mengeluarkan aroma wangi terutama pada waktu malam hari.

Morfologi Biji Tanaman Lidah Mertua

Biji – biji yang dihasilkan adalah dari pembuahan serbuk sari pada kepala putik yang mana biji – biji bersangkutan memiliki peranan penting dalam perkembangbiakan tanaman yang dimaksud. Biji tanaman lidah mertua bersifat keeping tunggal seperti yang terjadi pada tanaman monokotil lainnya.

Bagian terluar dari biji adalah berfungsi sebagai lapisan pelindung dan di sebelah dalam kulit terdapat embrio yang merupakan bakal calon tanaman.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman lidah mertua, semoga bermanfaat bagi para pembaca,

Baca Juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Lidah Buaya

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Lidah Buaya

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Lidah Buaya – Tanaman lidah buaya termasuk ke dalam semak rendah yang tergolong tanaman memiliki sifat sukulen dan sangat menyukai untuk hidup di tempat – tempat yang kering. Memiliki batang tanaman pendek, mempunyai daun yang bersap – sap melingkar / roset dengan panjang daun kisaran 40 s/d 90 Cm dan lebar 6 s/d 13 Cm dan ketebalan kurang lebih 2,5 Cm di pangkal daun serta bunga berbetuk lonceng.

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Lidah Buaya
Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Lidah Buaya

Klasifikasi Tanaman Lidah Buaya

  • Kingdom : Plantae / tumbuhan
  • Subkingdom : Tracheobionta / tanaman berpembuluh
  • Superdivisi : Spermatophyta / menghasilkan biji
  • Divisi : Magnoliophyta / tumbuhan berbunga
  • Kelas : Liliopsida / berkeping satu / monokotil
  • Ordo : Asparagales
  • Famili : Asphodelaceae
  • Genus : Aloe
  • Spesies : Aloe Vera L

Baca Juga : Klasifikasi dan morfologi tanaman cabe merah

Morfologi Tanaman Lidah Buaya

1. Morfologi Batang

Batang tanaman lidah buaya memiliki serat dan berkayu keras yang pada umumnya berukuran sangat pendek dan hampir tidak terlihat karena tertutup oleh daun yang rapat dan sebagian terbenam ke dalam tanah.

Namun pada beberapa tanaman ada juga beberapa yang berbentuk pohon dengan ketinggian antara 3 s/d 5 m banyak dijumpai di gurun Afrika Utara dan Amerika. Melalui batang ini akan tumbuh tunas yang selanjutnya akan menjadi anakan.

2. Morfologi Daun

Seperti halnya tanaman berkeping satu lainnya, daun lidah buaya berbentuk tombak dengan memiliki helaian yang memanjang.

Daunnya berdaging tebal tidak bertulang dan berwarna hijau keabu – abuan serta memiliki lapisan lilin di permukaan dan bersifat sukulen yakni mengandung air, getah, atau lendir yang mendominasi daun. Bagian atas daun rata dan bagian bawahnya membulat / cembung. Pada sekelompok daun lidah buaya muda dan anakan / sucker terdapat bercak berwarna hijau pucat hingga putih.

Bercak – bercak ini akan hilang dengan sendirinya ketika lidah buaya sudah dewasa. Namun kondisi akan menjadi lain terhadap tanaman lidah buaya jenis kecil atau lokal hal mana kemungkinan disebabkan oleh faktor genetiknya. Pada sepanjang tepi daun berjajar gerigi tajam atau ada duri yang tumpul dan tidak berwarna.

3. Morfologi Bunga

Bunga lidah buaya berbentuk terompet atau tabung kecil – kecil sepanjang 2 s/d 3 Cm berwarna kuning hingga orange yang tersusun sedikit berjungkai melingkari ujung tangkai yang menjulang ke atas sepanjang sekitar 50 s/d 100 Cm.

4. Morfologi Akar

Lidah buaya memiliki sistem perakaran yang sangat pendek seperti akar serabut yang panjangnya bisa mencapai ukuran 30 s/d 40 Cm.

Manfaat Dari Lidah Buaya

Lidah buaya banyak memiliki manfaat terutama untuk rambut, kulit, jerawat bahkan saat ini sudah dijadikan obat alami untuk terapi penyembuhan beberapa jenis penyakit pada manusia.

Perlu diketahui bahwa lidah buaya dalam Bahasa Latin disebut aloe vera atau aloe barbadensis milleer yang merupakan sejenis tumbuhan yang dikenal dapat dijadikan sebagai obat alami untuk bagian luar tubuh ataupun untuk bagian dalam tubuh sebagai obat alami untuk bagian luar tubuh ataupun untuk bagian dalam tubuh seperti penyubur rambut, pemyembuh luka, dan dijadikan perawatan kulit.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi lidah buaya dan morfologi tanaman lidah buaya, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Baca Juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kayu Manis

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kayu Manis

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kayu Manis – Yang dimaksud dengan kayu manis adalah sejenis tanaman semak atau pohon kecil yang umumnya dikenal sebagai cassia Indonesia, cassia Batavia, dan cassia Padang yang merupakan anggota dari lauraceae yang mana pada perkembangan selanjutnya tanaman ini sudah menyebar dengan subur di Asia Tenggara dan banyak dibudidayakan dalam skala besar di Indonesia dan Filipina.

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kayu Manis
Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kayu Manis

Di Indonesia, tanaman kayu manis dikenal memiliki banyak nama di beberapa daerah diantaranya Sumatera disebut holim atau holim manis, di Batak dikenal dengan nama modang siak – siak, di Melayu disebut kanigar, di Minangkabau dikenal dengan nama madang kulit manih, di Pulau Jawa disebut huru mentek, di Sunda disebut Kiamis, di Madura dikenal dengan nama kanyengar, di Nusa Tenggara disebut kesinger atau kecinger, di Sasak disebut onte, di Sumba disebut kaninggu, di Bali disebut cingar, dan di Flores disebut puundinga.

Baca Juga : Persyaratan Media Tanaman Hidroponik

Mengenal Klasifikasi Kayu Manis

Klasifikasi ilmiah dari kayu manis bisa kami jelaskan sebagai berikut :

  • Kingdom : Plantae / tumbuhan
  • Sub kingdom : Trachebionta / tumbuhan berpembuluh
  • Divisi : Magnoliophyta / tumbuhan berbunga
  • Kelas : Magnoliopsida / berkeping dua / dikotil
  • Ordo : Laurales
  • Famili : Lauraceae
  • Genus : Cinnamomum
  • Spesies : Cinnamomum Burmanni Nees Ex BI

Ciri Dan Morfologi Pada Tanaman Kayu Manis

Adapun morfologi kayu manis bisa anda amati dari kondisi batang, daun, buah dan biji, berikut penjelasannya.

1. Morfologi batang pada tanaman kayu manis

Kondisi batang pohon kayu manis adalah tegak, berkayu dan bercabang – cabang agak berat namun lunak, padat, berstruktus halus, serat halus, beruas dengan warna hujau kecoklat = coklatan dan memiliki getah berwarna putih dan kuning muda jika diangin – anginkan di udara terbuka. Batang inilah yang sering digunakan dan dimanfaatkan dalam keseluruhan tanaman kayu manis di samping kulit batang.

2. Morfologi daun pada tanaman kayu manis

Daun kayu manis bersifat tunggal berbentuk lanset dengan kondisi ujung dan pangkal runcing dan bagian tepi rata, memiliki panjang 4 s/d 14 cm dengan lebar sekitar 1 s/d 6 cm dan pertulangan daun melengkung, mengeluarkan bau harum dan segar ketika diremas dalam air, warna daun ketika masih muda adalah merah pucat dan setelah tua menjadi berwarna hijau.

3. Morfologi bunga pada tanaman kayu manis

Bunga – bunga kayu manis bersifat majemuk memiliki bentuk malai yang tumbuh subur pada ketiak daun yang berambut halus, tangkai memiliki panjang sekitar 4 s/d 12 cm dengan benang sari berisikan kelenjar tangkai tengah dari tangkai sari dan mahkota panjang kisaran 4 s/d 5 mm dan berwarna kuning.

4. Morfologi buah pada tanaman kayu manis

Buah kayu manis hampir sama dengan buah buni hanya saja memiliki ukuran panjang sekitar 1 cm yang mana ketika masih muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam.

5. Morfologia biji pada tanaman kayu manis

Biji – biji pada tanaman kayu manis memiliki bentuk bulat telur berukuran kecil – kecil yang mana biji yang masih muda berwarna hijau dan setelah tua menjadi berwarna hitam.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman kayu manis, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Baca Juga  : Mengapa Tanaman Cangkok Cepat Berbuah?